Bibles for Indonesia Goes to Campus Program Kemitraan

Firman yang dimengerti, disebarkan bersama.

Lewat payung Bibles for Indonesia Goes to Campus, kami mengajak kampus, organisasi kemahasiswaan, dan gereja untuk bekerja sama menyediakan Alkitab Studi beserta pendampingannya bagi generasi muda — tanpa biaya apa pun, dan tanpa mengubah struktur pembinaan yang sudah ada di lembaga Bapak/Ibu.

Program percontohan saat ini: Bible for Youth (BFY) — Surabaya, 2026

Bukti, bukan janji

Kemitraan yang Telah Terjalin

Nota Kesepahaman Nasional

GAMKI — Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia

Penandatanganan MoU GAMKI dan Bible for Indonesia, 24 Oktober 2025
“Melalui kerja sama ini, kami berharap Alkitab ini dapat tersebar luas ke seluruh kampus, gereja, dan lembaga Kristen di Indonesia.” Wong Budi Setiawan, Koordinator Bible for Indonesia
Ditandatangani 24 Oktober 2025 di Sekretariat DPP GAMKI, Jakarta · foto & kutipan: gamki.or.id/news-959
Jejak di Lapangan — Maluku & Maluku Utara

Kemitraan yang Sudah Teruji di Lapangan, Bukan Sekadar di Atas Kertas

Nota kesepahaman nasional ini telah ditindaklanjuti dengan kunjungan langsung tim kami kepada pengurus GAMKI dan GMKI di berbagai wilayah — termasuk organisasi mahasiswa dengan basis keanggotaan besar seperti GMKI Cabang Tobelo.

Pertemuan tim BFI dengan perwakilan GAMKI di Ekor, Halmahera Timur
Ekor, Halmahera Timur
GAMKI Halmahera Timur
Dua Alkitab BFI diserahkan sebagai sampel; akan ditawarkan ke sekitar 22 majelis GMIH
Pertemuan tim BFI dengan pengurus GAMKI di Ternate
Ternate
GAMKI Maluku Utara
Ian Matheis, Sekretaris
Pertemuan tim BFI dengan pengurus GAMKI di Jailolo
Jailolo
GAMKI Jailolo
Risnal Ray, Sekretaris/Ketua
Pertemuan tim BFI dengan Ketua GMKI Jailolo
Jailolo
GMKI Jailolo
Franky Makagansa, Ketua — terbuka untuk kerja sama pelayanan mahasiswa di STAK
Sekretariat GMKI Cabang Tobelo
Tobelo
GMKI Cabang Tobelo
24 pengurus, 700+ anggota mahasiswa
Pertemuan tim BFI dengan Sekretaris DPC Halmahera Utara dan GAMKI
Tobelo
GAMKI Halmahera Utara
Yosafat, Sekretaris DPC & Pak Kristo, GAMKI bidang eksternal Prov. Malut
Pertemuan tim BFI dengan pengurus GAMKI di Pulau Morotai
Morotai
GAMKI Pulau Morotai
Francois Sumahi, Wakil Sekretaris
Pertemuan tim BFI dengan Sekretaris GMKI Morotai
Morotai
GMKI Pulau Morotai
Pertemuan dengan sekretaris cabang
Pertemuan tim BFI dengan pengurus GAMKI Ambon
Ambon
GAMKI Ambon
Dody, Ketua · Desy Haulauw, DPC · Ika, Sekretaris
Pertemuan tim BFI dengan pengurus GAMKI di Weda
Weda
GAMKI Halmahera Tengah
Ibu Isye, jemaat GMIH Maranatha
Pertemuan tim BFI dengan pengurus GAMKI dan GMKI Halmahera Selatan
Halmahera Selatan
GAMKI & GMKI Halmahera Selatan
Fan Costan Galouw, Ketua GAMKI & Yolden, Ketua GMKI
Dokumentasi dari jurnal perjalanan pelayanan tim BFI ke Maluku & Maluku Utara, 2026
Gereja, Sekolah, dan Kementerian Agama

Jejaring yang Terus Meluas di Luar Organisasi Kepemudaan

Selain GAMKI dan GMKI, tim kami turut menjumpai gereja lokal, sekolah tinggi teologi, sekolah umum, hingga Kementerian Agama tingkat kabupaten — setiap kunjungan disertai penyerahan Alkitab Studi Versi Pemulihan sebagai bahan pelayanan mereka.

Penyerahan Alkitab Versi Pemulihan kepada penerjemah Alkitab bahasa Sahu di Jailolo
Jailolo
Penerjemah Alkitab Bahasa Sahu
Bapak Tomas & putranya Benson (juga pendeta) — Alkitab VP Perjanjian Lama & Baru diserahkan
Pertemuan tim BFI dengan GPDI Eklesia dan STAK Weda
Weda & Lelilef
GPDI Eklesia & STAK/Sekolah Alkitab
Parulian — jemaat ±350 warga lokal & 400 pendatang, 30 siswa sekolah teologi; kelas tutorial BFI turut diberikan kepada siswa Sekolah Alkitab di Lelilef
Pertemuan tim BFI dengan pendeta GMIH Sinode di Tobelo
Tobelo
GMIH Sinode
Pdt. Mesakh — penerima Alkitab Versi Pemulihan sejak 2023
Pertemuan tim BFI dengan pendeta GPM Tomori di Labuha
Labuha
GPM Tomori
Pdt. Elroi William Lesi Rolo, bersama para sekerja pelayanan
Pertemuan tim BFI dengan Kementerian Agama Weda
Weda
Kementerian Agama (Depag) Weda
Feri Tube, penyuluh & Bu Nina, guru agama SD Sosowomo
Penyerahan Alkitab kepada Kepala SMPN 29 Halmahera Utara
Tobelo
SMPN 29 Halmahera Utara
Galtirus Thomas, Kepala Sekolah — membuka jalan bagi guru-guru Agama Kristen; tutorial dimulai setelah 17 Agustus
Pertemuan tim BFI dengan Kepala Seksi Bimas Kristen Kabupaten Halmahera Utara
Halmahera Utara
Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Utara
Heidelberg Hans Loleng, S.Ag, Kepala Seksi Bimas Kristen — siap mengumpulkan guru sekolah binaan Kemenag & 30 penyuluh Agama Kristen
Penyerahan Alkitab kepada GPDI Berea Morotai
Morotai
GPDI Berea Morotai
Bu Yola Rei & Beam Tsu, Wakil Gembala — Alkitab diserahkan di dalam gedung gereja
Penyerahan Alkitab kepada Pdt. Rudolf Lampias di Ternate
Ternate
GMIH Ternate
Pdt. Rudolf Lampias — mengundang tim untuk pelatihan Alkitab satu minggu penuh secara on-site
Pertemuan tim BFI dengan STT-AK di Jailolo
Jailolo
STT-AK Jailolo
Bapak Ranward & Bu Yuliana — membuka pintu Pemahaman Alkitab bagi mahasiswa teologi
Pertemuan tim BFI dengan majelis gereja di Tobelo
Tobelo
Majelis Gereja Tobelo
Pak Fariston — melayani jemaat lewat usaha toko bahan bangunannya
Pertemuan tim BFI dengan tiga pelayan firman muda di Tobelo
Tobelo
GKPMI Betlehem & GSJA
Nathanael Tudo, Tia Septiani & Anaa — tiga anak muda pelayan firman lintas gereja
Pertemuan tim BFI dengan Gereja GBT di Labuha
Labuha
GBT Labuha
Pdt. Misael — jemaat sekitar 30 orang
Pertemuan tim BFI dengan GKPMI Sahu di Jailolo
Jailolo
GKPMI Sahu
Ibu Yuliana, ibu gembala
Dokumentasi dari jurnal perjalanan pelayanan tim BFI ke Maluku & Maluku Utara, 2026
Kenapa ini penting

Bukan kelangkaan Alkitab — melainkan Alkitab yang jarang dimengerti

Dua survei nasional menunjukkan generasi muda Kristen Indonesia kehilangan kebiasaan membaca Firman, dan kehilangan pembimbing untuk memahaminya.

36,5%
Anak muda Kristen Indonesia tidak rutin membaca Alkitab, dan 4,6% tidak pernah membukanya sama sekali. BILANGAN RESEARCH CENTER · 4.095 RESPONDEN · 42 KOTA
40,4%
Gen Z Kristen tidak punya seorang pun pembimbing rohani untuk diajak bertanya. BILANGAN RESEARCH CENTER · SURVEI GEN Z 2024
Rutin baca — tanpa mentor
11,7%
Rutin baca — dengan mentor
23,6%

Yang punya pembimbing dua kali lebih rutin membaca Alkitab. Karena itu kami memasangkan Alkitab dengan pendamping — bukan Alkitab saja.

Yang kami sediakan

Tiga hal, satu tujuan: mengerti Firman bersama

01 · Bahan

Alkitab Studi Perjanjian Baru

Teks LAI dengan 9.600 catatan kaki dan 13.000+ referensi silang — konteks, kata asli, dan kaitan antarayat, di pinggir halaman. Gratis di aplikasi, edisi cetak bagi yang berminat.

02 · Cara

Kelompok kecil, satu jam seminggu

6–8 orang per kelompok, dipandu pendamping terlatih. Jadwal dipilih sendiri peserta — di lembaga mitra atau daring, tanpa syarat apa pun.

03 · Pendamping

Tenaga terlatih siap melayani

Peserta didik sekolah teologi dan mahasiswa inti yang telah dibekali, siap memandu kelompok studi di lingkungan lembaga mitra.

Empat jalur kerja sama

Bentuknya menyesuaikan lembaga Bapak/Ibu

Kami tidak menawarkan satu bentuk kerja sama yang baku. Berikut pola yang paling umum kami jalankan, dan dapat disesuaikan lebih lanjut melalui diskusi bersama.

01

Perguruan Tinggi

Izin pelaksanaan kegiatan di kampus, kesempatan memperkenalkan program pada masa orientasi mahasiswa baru, dan penunjukan pihak penghubung.

02

Persekutuan / UKM Kerohanian

Kelompok studi sebagai program bersama — kami menyediakan Alkitab, bahan, dan pendamping; struktur pembinaan yang sudah ada tetap dipakai.

03

Organisasi Pelayanan

Penyediaan Alkitab Studi dan bahan pendalaman bagi kelompok binaan yang sudah berjalan, seperti GAMKI, GMKI, atau Perkantas.

04

Gereja Lokal

Kesempatan menyampaikan informasi kepada pemuda jemaat, disertai laporan berkala kepada gembala mengenai keikutsertaan mereka.

Rencana pelaksanaan

Empat langkah sederhana

Langkah 1
Perkenalan
Diskusi awal dan sosialisasi program kepada mahasiswa atau anggota
Langkah 2
Pertemuan mingguan
Kelompok studi berjalan rutin di lingkungan lembaga mitra
Langkah 3
Penyerahan Alkitab
Edisi cetak terbatas bagi peserta yang menuntaskan lima pertemuan
Langkah 4
Evaluasi bersama
Tinjauan hasil dan rencana lanjutan dengan lembaga mitra
Komitmen kami

Prinsip yang kami pegang dalam setiap kerja sama

Interdenominasi — tidak mengajak siapa pun berpindah gereja
Tidak pernah berkegiatan di jam ibadah Minggu
Tanpa biaya apa pun bagi peserta, tanpa biaya tersembunyi
Menghormati peraturan dan ketertiban lembaga mitra sepenuhnya
Data peserta hanya untuk keperluan kelas, tidak diperjualbelikan
Laporan berkala kepada lembaga mitra atas keikutsertaan anggotanya
Pertanyaan yang sering ditanyakan

Sebelum Bapak/Ibu menghubungi kami

Apakah ini akan menarik anggota kami keluar dari gereja atau organisasi?

Tidak. Program ini bersifat interdenominasi dan melengkapi pembinaan yang sudah ada, bukan menggantikannya. Peserta justru kami dorong tetap aktif di gereja atau organisasi asalnya.

Berapa biaya yang harus ditanggung lembaga kami?

Tidak ada. Alkitab, bahan, dan pendamping seluruhnya kami sediakan. Yang kami perlukan hanya izin, kesempatan sosialisasi, dan satu orang penghubung.

Apakah kegiatan ini eksklusif untuk agama tertentu?

Ya — kegiatan ini khusus bagi mahasiswa/anggota Kristen dan Katolik. Kami menjaga hal ini dengan ketat, termasuk menghormati keberagaman dan ketertiban di lingkungan lembaga mitra.

Apa yang terjadi dengan data peserta?

Data hanya digunakan untuk keperluan kelas dan pengiriman Alkitab. Tidak pernah diperjualbelikan atau dibagikan ke pihak lain.

Berapa lama proses sampai kegiatan bisa berjalan?

Setelah izin dan penghubung ditetapkan, kelompok studi pertama biasanya bisa mulai dalam 1–2 minggu, menyesuaikan jadwal lembaga mitra.

Mari Bekerja Sama

Ajukan kerja sama untuk lembaga Bapak/Ibu

Kami terbuka berdiskusi dan bersedia menyesuaikan bentuk kerja sama dengan kebutuhan lembaga Bapak/Ibu — kampus, organisasi, atau gereja.

QR informasi program